Aku BENCI kau dang !
Itu yang tak dapat ku katakan, padamu dang*. Tak kusembunyikan sakitku, tapi kutumpuk semuanya di sini. Di sepotong tubuh dengan tulang-tulang yang memiliki daging makin lama makin sedikit. Otak ku mengatakan tidak, tetapi hati tetap mengajukan "ya". Mengapa kita berbalik, engkau mengatakan otak lebih cepat bekerja daripada "hati". Setelah ku sadari itulah kita, lelaki dan perempuan, Tapi adakah kau sadari, dang?
Aku benci kau dang !
Sudah berapa lama perjalananmu bersama mereka, tidakah kau juga paham apa yang kau tinggalkan disepotong tubuh ini? Mengapa aku begitu paham lukamu dalam ihwal singkat, tapi tidak untuk kau !
sebegini parahkah mereka membawamu untuk menggilasku?
tidak ! seorang malaikat kampusku mengatakan, ini akan berakhir indah, engkau akan bertemu cik.
Iya. kataku di dalam hati.
Tapi aku mengenal kau dang ! kau begitu brengsek !
ah, aku suka aku bisa meneriakannya
di depan anak-anak rahim puisimu.
Aku benci kau dang !
Aku BENCI KAU !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar